Kisah Nyata Bunda Teresa Perjuangannya dalam Meningkatkan Kualitas dan Produksi ASI Dalam Waktu Singkat

*Disclaimer: Ini adalah hasil yang aku alami. Hasil yang didapatkan mungkin berbeda-beda tergantung kondisi tubuh individu bunda dan bayi masing-masing.
Kisah Nyata dan bukan rekayasa, Dibuat tanggal 2 Januari 2020.
Aku biasa disapa “Bunda Teresa”. Kini aku dan suami tinggal di Pangkal Pinang. Kesibukan sehari-hari sebagai pegawai kantor dan seorang istri yang mengurus rumah tangga, semuanya biasa kukerjakan sendiri. Usiaku 29th, masih tergolong muda bila dibandingkan dengan kebanyakan ibu rumah tanggal pada umumnya.
 
Perjuangan menghadapi tantangan yang luar biasa bagi seorang ibu yang baru melahirkan demi anakku agar mengkonsumsi ASI pasca melahirkan itu tidak mudah. Jujur saja sebenarnya aku enggan menceritakan hal ini kepada publik, karena kupikir mungkin tidak semua orang memiliki masalah yang sama.
 
Tapi ternyata setelah beberapa kali aku coba sharing dengan lingkungan sekitar tentang “Bagaimana Melancarkan dan Memperbanyak ASI” saat itu, Alhamdulillah banyak yang merasa terbantu.
 
Semoga melalui tulisan ini, akan lebih banyak bunda yang tahu dan paham akan pentingnya menjaga kesehatan, Melancarkan dan Memperbanyak ASI dengan cara yang tepat, khususnya untuk ibu pasca melahirkan.
 
Menjadi pegawai kantor dan seorang istri menuntutku untuk selalu dapat memberikan yang terbaik bagi keluarga. Setelah lahir anak pertamaku, aku menjadi tidak leluasa beraktifitas. Anak yang sering rewel dan kurangnya tidur. Yang paling menyedihkan adalah ketika aku tidak dapat melayani suami dengan baik, karena kesibukanku diawal-awal menjadi seorang ibu.
 
Pasca Melahirkan Anak Pertama
 
Dipenghujung tahun 2019 kemarin, 2 minggu pasca melahirkan merupakan tantangan terberat dalam hidup, Anakku yang baru berumur 1 hari belum mendapatkan ASI Pertama/ Kolostrum. Rasa terpukul, cemas, stres melanda bahkan aku sering menangis. karena memang kata saudara-saudaraku ASI Pertama/ Kolostrum adalah ASI terbaik di awal-awal pasca melahirkan. Setalah 2 hari pasca melahirkan, Alhamdulillah secara alami ASI Kolostrum keluar walaupun hanya hitungan tetes setiap harinya. 
 
Sedih sekali setiap mencoba berbagai cara, namun hasilnya tetap sama dan tidak ada perkembangannya. Mulai dari Pijat laktasi, makan sayur katuk dan sejenisnya Namun, tetap saja ASI ku tidak mencukupi. Setiap malam hari Bayi ku merasa gelisah dan sering menangis karena merasa tidak kenyang minum ASI dan akibatnya Berat badan bayi tidak kunjung naik, malah cenderung turun, karena produksi ASI sedikit dan terhambatnya pengeluaran ASI. PD pun terasa kempis dan tidak berisi. Aku sudah merasa pasrah, karena sudah berhari-hari ASI keluar sedikit. Sudah berusaha untuk mencoba ASI Booster lain, tapi tidak berefek sama sekali, bahkan cenderung membuatku mual karena rasanya tidak enak, lebih terparah lagi ternyata aku mengalami Alergi, Karena ASI Booster mengandung campuran susu sapi. Sampai pada titik jenuh, aku pernah berpikir untuk kasih Sufor.
 
Perjuanganku Dimulai
 
Rasa khawatir dan penasaranku tiba, aku coba googling apa akibatnya jika bayi kekurangan ASI atau tidak sama sekali diberi ASI. Setelah baca artikel, Kaget bukan main ternyata dampak dalam jangka panjang bisa berakibat fatal yaitu bisa mengidap Stunting, dimana kondisi ketika anak lebih pendek dibandingkan anak-anak lain seusianya, atau dengan kata lain, tinggi badan anak berada di bawah standar.
 
Selain itu, dampak lain dari Stunting juga Meningkatnya risiko obesitas dan penyakit lainnya, Menurunnya kesehatan reproduksi, Kapasitas belajar dan performa yang kurang optimal saat masa sekolah dan Produktivitas dan kapasitas kerja yang tidak optimal.
 
Dampak jangka pendek yaitu, Peningkatan kejadian kesakitan dan kematian, Perkembangan kognitif, motorik, dan verbal pada anak tidak optimal, Peningkatan biaya kesehatan .
 
Yang membuatku tercengang adalah Di Asia Tenggara, Indonesia menempati posisi ke-3 untuk jumlah stunting terbanyak. Pada tahun 2017, walaupun jumlahnya turun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, masih ada 3 dari 10 balita Indonesia yang mengalami stunting. (*Sumber Buletin Stunting, Semester I 2018)
 
Stunting terjadi karena kurangnya asupan gizi pada anak dalam 1000 hari pertama kehidupan, yaitu semenjak anak masih di dalam kandungan hingga anak berusia 2 tahun. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya asupan protein. Stunting pada anak bisa disebabkan oleh masalah menyusui dan tidak mencukupi asupan nutrisi serta protein. 
 
Dititik itu aku sudah sangat putus asa, sering menangis. Waktu, biaya dan tenaga telah banyak dikorbankan namun sama sekali tidak menunjukkan adanya perubahan yang signifikan pada kelancaran dan kualitas ASI ku. Aku merasa tertipu dengan banyaknya iklan produk dan informasi yang mengatakan bahwa produksi ASI bisa banyak dan cepat. Seolah mereka memberikan janji kosong yang mumpuni.
 
Dalam kesedihan mendalam, disetiap renunganku tidak pernah berhenti berdoa agar Tuhan memberiku petunjuk agar ASI ku bisa banyak dan mempunyai kualitas yang bagus.
 
Akhirnya Tuhan Menjawab Doaku
 
Beberapa minggu kemudian saat sedang browsing tentang kiat-kiat cara memperbanyak produksi dan memperbaiki kualitas ASI, tanpa sengaja kutemukan artikel tentang Almoon Milk Plus (Minuman yang mengandung kacang Almond murni penuh protein). Seakan tak mau lagi dibohongi tanpa adanya perubahan yang berarti, aku menjadi sangat berhati-hati menggali informasi terkait dengan Almoon Milk Plus.
 
Berbagai bukti testimonial dari bunda yang sudah mencoba aku temukan, satu per satu aku baca terimonial tersebut. Dalam testimonial tersebut masalah yang terjadi pada bunda lain yang sudah mencoba ternyata sama seperti aku.
 
Setelah aku riset yang mendalam dan bertanya banyak pada customer service Almoon Milk Plus, untuk mengetahui betul atau tidak khasiat Almoon Milk Plus, ternyata Didalam Almoon milk Plus terkandung kacang almond yang memilik Nutrisi Penting seperti Vitamin E, Vitamin B2, B3, B1, Asam Volat, selain itu ada ekstrak kurma, madu dan daun katuk sudah dipercaya sebagai bahan utama produksi ASI. Kacang Almond yang terdapat didalam Almoon Milk Plus berprotein tinggi dan kaya akan serat cocok sekali sebagai makanan diet yang dapat menjaga berat badan ibu menyusui pasca melahirkan. 
 
Selain itu, Customer service Almoon Milk Plus memberikan informasi mengenai jahe merah. Katanya,  Didalam jahe merah mengandung 300 Zat Aktif yang berfungsi untuk membersihkan sirkulasi aliran darah dari sumbatan-sumbatan seperti lemak jahat. Jika sirkulasi aliran darah tersumbat oleh lemak jahat, terutama pada ibu menyusui bisa mengakibatkan ALIRAN ASI TERSUMBAT atau tidak keluar sama sekali. Hal seperti Ini sering terjadi pada ibu menyusui disaat PD sudah terasa kencang dan penuh oleh ASI, tapi ASI yang keluar sedikit.
 
Setelah mendengar banyak penjelasan, langsung saja kuputuskan untuk memesan Almoon Milk Plus rasa Original, Coklat dan 1 box Red Ginger. Kebetulan harganya juga cukup terjangkau, tidak semahal produk-produk luar negeri yang belum tentu terbukti kebenarannya.
 
Pengalaman Pertamaku Mengkonsumsi Almoon Milk Plus dan Red Ginger
 
Sekitar dua hari kemudian, Almoon Milk Plus dan Red Ginger yang kupesan tiba. Tanpa mau menunda-nunda langsung kubuka kemasannya, lalu kubaca petunjuk pemakaiannya dengan teliti dan segera ku seduh Almoon Milk Plus dan Red Ginger dengan air panas sampai larut. Sebelum aku minum, memang PD dalam kondisi kempis dan tidak berisi ASI sama sekali. 
 
Setelah aku minum, perpaduan Almoon Milk Plus dan Red Ginger ini ternyata rasannya cukup enak sama seperti susu-susu lain, bubuk sangat halus, tidak mengendap dan pada saat aku minum tidak menyebabkan tersedak/ gatal di tenggorokan, seperti produk lain yg pernah aku coba. Aku sabar menunggu, sesuai ketentuan yang ada, aku diharuskan menunggu minimal 2-3 jam kemudian agar tahu apakah sudah mulai berasa PD berisi dan kencang atau tidak sama sekali. 
 
Setelah aku sedikit pijat PD, ternyata dengan kagetnya ASI keluar muncrat dan deras, segera aku dekatkan anakku untuk menghisapnya. Bahagianya hatiku senang tidak karuan dan terlihat bayiku menikmati derasnya ASI, sampai-sampai bayiku tersedak saking derasnya ASI yang keluar.
 
Malam demi malam ku lewati, anakku sudah tidak rewel lagi karena ASI sudah tercukup dan tidurnya pun cukup tenang dan lelap. seminggu kemudian Aku coba untuk cek kondisi anak ke bidan terdekat, ternyata berat badan anak ku mulai naik dari 3,3kg saat ini sudah 4,2kg di umurnya yang masih 1 bulan.
 
Pada saat anakku tidur, Aku juga mencoba pumping menggunakan alat, Alhamdulillah setiap pumping menghasilkan 150ml (2 PD) hanya dalam stgh jam yang biasanya hanya 100ml (2 PD) 45 menit, sampai freezer kulkas ku penuh.
Foto : Dokumentasi Pribadi
Foto : Dokumentasi Pribadi
untuk kebutuhan kedepan, akhirnya saya membeli paket besar agar stok almoon aman dimasa pandemi seperti ini dan kebutuhan ASI untuk bayi juga aman.
Selain konsumsi Almoon Milk Plus dan Red Ginger saat itu aku juga memperhatikan kualitas makanan yang aku komsumsi dan perbanyak minum air putih.
 
Keseluruhan informasi penting yang aku rangkum di atas, semoga dapat berguna untuk khalayak luas terutama bunda yang mungkin memiliki cerita sama seperti aku. 
 
Untuk informasi pemesanan Almoon Milk Plus dan Red Ginger dapat menghubungi langsung Customer Service Almoon Milk Plus memiliki respon yang sangat cepat dan sangat nyaman untuk konsultasi. Silahkan klik tombol merah di bawah ini.