fbpx

BUNDA HARUS TAHU !

Hindari Makanan dan Minuman Ini Untuk Menjaga Kualitas ASI

Review By Konsultan ASI Almoon Milk | Jakarta – 16 Februari 2021

Bagi seorang ibu, menyusui merupakan aktivitas yang sangat penting. Ini karena menyusui berarti memberikan nutrisi untuk anak tercinta. Pada masa emas pertumbuhan anak, Bunda tentu ingin memberikan yang terbaik agar Si Kecil dapat tumbuh dengan optimal.

Nah, berkaitan dengan nutrisi anak, ternyata apa yang Bunda konsumsi memang berpengaruh pada kandungan ASI, loh. Itu karena apa yang Bunda konsumsi akan dicerna oleh tubuh. Seluruh nutrisi dari makanan yang Bunda konsumsi akan dialirkan ke seluruh tubuh termasuk ASI. 

Selama menyusui Bunda disarankan untuk makan makanan gizi seimbang dan bervariasi. Meski begitu, ada beberapa makanan dan minuman yang mungkin perlu Bunda batasi saat menyusui untuk menjaga kualitas ASI Bunda.

1. Ikan dan kerang tinggi merkuri

Ikan adalah sumber asam docosahexaenoic (DHA) dan eicosapentaenoic acid (EPA) yang bagus dan penting untuk perkembangan otak pada bayi. Namun, beberapa makanan laut juga bisa mengandung merkuri tinggi, logam yang bisa menjadi racun. Ini tentu berbahaya terutama untuk bayi dan anak-anak. Dampaknya, anak Bunda bisa keracunan merkuri.

Paparan merkuri yang terlalu tinggi dapat memengaruhi sistem saraf pusat bayi Bunda, loh. Akibatnya, pertumbuhan anak Bunda jadi terhambat, khususnya pada kemampuan:

  • pengartian
  • keterampilan motorik halus
  • perkembangan bicara dan bahasa
  • kesadaran visual-spasial

Oleh karena itu, ikan yang mengandung merkuri tinggi harus dihindari saat menyusui meliputi: 

  • tuna mata besar
  • ikan makarel
  • marlin
  • oranye kasar
  • hiu
  • tilefish

Untuk memastikan asupan omega-3 yang cukup sekaligus mengurangi risiko keracunan merkuri, Bunda menyusui dianjurkan untuk menghindari ikan merkuri tinggi dengan makanan alternatif tinggi omega seperti kacang almond. 

2. Minuman Bersoda

Minuman soda bersifat panas dan menghambat penyerapan nutrisi baik yang diperlukan tubuh Bunda. Selain itu, soda juga menghambat penyerapan kalsium yang Bunda konsumsi. Kalau sudah begitu, tubuh Bunda jadi rentan terhadap penyakit tulang dan produksi ASI jadi menurun drastis.

3. Kafein

Saat mengonsumsi kafein, sebagian dari kafein itu dapat masuk ke dalam ASI Bunda. Padahal, kandungan kafein dalam kopi dan teh tidak baik untuk kesehatan bayi Bunda. Hal ini karena sistem pencernaan bayi belum mampu mencerna kafein.

Akibatnya, kadar kafein dalam tubuh bayi Bunda menumpuk dan menyebabkan bayi kesulitan tidur. Selama menyusui, Bunda hanya diperbolehkan mengonsumsi kafein maksimal 300 mg per hari atau kurang. Ini untuk mencegah iritabilitas dan gangguan pola tidur pada bayi Bunda.

4. Fastfood

Untuk memenuhi permintaan nutrisi yang meningkat selama menyusui, sangat penting bagi Bunda mengonsumsi makanan yang sehat dan seimbang. Oleh karena itu, hindari makanan fastfood. Makanan ini tinggi kalori, lemak jahat, dan tambahan gula. Fastfood juga rendah serat, vitamin, dan mineral. Terlalu sering mengonsumsi fastfood dapat meningkatkan risiko obesitas dan diabetes tipe 2 loh, Bunda. 

5. Alkohol

Alkohol dapat menghambat penyerapan nutrisi baik dari makanan yang Bunda konsumsi. Terlebih, zat dalam alkohol dapat diserap oleh Bunda sehingga dapat memengaruhi kandungan ASI. Tentu hal ini tidak baik untuk pencernaan Si Kecil karena berpotensi mengakibatkan diare bahkan keracunan akut. Selain itu, alkohol juga dapat menghambat pertumbuhan jaringan otak bayi Bunda dan gangguan psikomotorik. Untuk itu, ada baiknya Bunda tidak mengonsumsi alkohol selama menyusui. 

Intinya, Bunda harus mengonsumsi makanan baik dan bervariasi. Hindari produk makanan dan minuman yang memiliki kandungan berbahaya ya Bun. 

Selain itu, agar kualitas ASI Bunda selalu terjaga, Bunda bisa mengonsumsi ASI Booster pilihan terbaik yang sudah banyak direkomendasikan oleh 9.578++ Bunda di Indonesia. Jika Bunda mengalami masalah menyusui seperti ASI Seret, puting lecet, dan Produksi ASI Sedikit, Bunda bisa mengonsumsi ASI Booster tersebut atau bisa juga Konsultasi GRATIS tentang masalah menyusui dari ahlinya dengan cara klik link tombol di bawah ini.